(Beragama) Islam itu Mudah #1

..Bismillah…

Pada tulisan ini, saya ingin menuliskan tentang ceramah ustadz Nouman Ali Khan mengenai topik yang sudah agak jarang diangkat belakangan ini.

Ustadz membuka ceramahnya dengan mengajak kita untuk memikirkan lebih dalam tentang surat An Nahl ayat ke 125.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik

Ketika mengundang seseorang, maka kita melakukan bentuk tindakan persahabatan, bentuk perbuatan baik, dan bentuk kasih sayang kepada seseorang. Ustadz Nouman AK menyampaikan konsep berdakwah di dalam surat An Nahl ini, yang maknanya adalah mengajak (mengundang) seseorang untuk mengenal Islam. Konsep dakwah itu sendiri adalah bentuk dari perbuatan kasih sayang kepada orang lain, menghargai orang lain/objek dakwah, bersikap lembut dan sopan kepada orang lain. Sehingga dakwah tidak dapat diwarnai dengan pesan-pesan kebencian, atau kata-kata yang merendahkan orang lain. Itulah maksud dari kata Ud’u dalam surat An Nahl. 

 

Kemudian ustadz menjelaskan tentang profound wisdom Al Quran pada kalimat إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ . Ilaa Sabili Rabbik kalau diterjemahkan artinya kepada jalan Tuhan-mu. Coba kita renungkan dan pikirkan bersama. Biasanya kalau kita memberikan undangan kepada orang lain, kita tidak mengundang seseorang dengan bilang “aku undang teman-teman ke jalan Sudirman besok ya” tapi kita akan bilang “aku undang teman-teman ke acara Meet Up besok ya”. Bisa temukan perbedaannya? 

Kalau kita mengundang seseorang kita tidak akan menyebutkan nama jalan atau detail alamat, tapi kita menyebutkan tujuan (acara) undangan tersebut. Kembali kepada surat An Nahl, ilaa sabili Rabbik mengatakan bahwa kita diundang kepada “Jalan Allah (Tuhan-mu)”. Undangan ini sangat tidak lazim. Allah mengundang kita ke JalanNya. Artinya apabila kita sudah berjalan ribuan kilometer di jalan Allah, ataupun kita baru sampai 50 meter perjalanan di jalan Allah, it is doesn’t matter. Karena berapapun panjangnya jarak yang sudah kita tempuh, hakikatnya kita sudah mencapai tujuan yang Allah inginkan, yaitu berada di Jalan Allah swt.

 

Dengan kata lain, Allah mengajarkan kepada kita bahwa konsep dakwah bukanlah mengajak seseorang untuk menuju kepada kesempurnaan atau perfection. 

We are not expecting anyone to be an absolute complete perfect submission to Allah without any mistakes. 

Kita tidak bisa mengharapkan semua orang berada pada level yang sama. Because it’s the Path, beberapa orang memiliki kecepatan yang baik dalam meniti di jalan Allah, sebagian orang memiliki kesulitan sehingga progressnya lamban dalam perjalanan di Jalan Allah. Ada yang sudah berjalan jauuh di depan, ada yang tertinggal di belakang. Ada juga yang berjalan cukup lambat, ada yang sangat cepat berjalan, bahkan ada orang yang baru memulai perjalanannya. Dan kesemuanya itu, All of That, adalah keberhasilan. Dan apabila salah seorang diantara kesemuanya itu wafat di jalan Allah, maka Allah swt menerima amal ibadahnya karena mereka wafat di Jalan Allah. 

Semua ajaran agama islam pada hakikatnya digambarkan sebagai sebuah jalan, seperti yang disampaikan Allah swt pada surat Al Fatihah di ayat ke-6   

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 

Yang artinya, Tunjukilah kami kepada Jalan yang Lurus.

Terkadang di dalam berdakwah, kita mematikan harapan seseorang, kita berharap banyak pada seseorang untuk bisa berubah dalam waktu singkat. Kita mengira si fulan sudah hijrah, dan si fulanah masih jahiliyah. Padahal sesungguhnya Allah lah yang benar-benar Mengetahui, siapa yang sudah diberi petunjuk dan siapa yang belum mendapat pentunjuk (An Nahl ayat 125 bagian akhirnya).  

Jadi jangan cepat cepat ngejudge orang dan sotoy yah gengs. Ups mohon maaf saya curhat colongan hehe.  Seringkali kita menjadi cenayang terhadap hidup orang lain. Prasangka yang kita buat seakan itu adalah fakta yang ingin kita percayai dan akhirnya muncul judgement. Jangan begitu ya. Setiap orang punya cerita dengan prolog dan ending masing-masing. Benahi saja ceritamu sendiri. 

Wallahu’alam.

 

To be continued.. insyaAllah 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s