Siapakah ‘Ibadurrahman di dalam Al Qur’an #2

 Tulisan sebelumnya

Karakteristik ‘ibadurrahman yang selanjutnya adalah

2. Mereka yang melaksanakan Qiyam Al Lail

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Artinya : Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS. Al Furqan ayat 64)

Orang-orang yang melaksanakan Tahajud di malam hari adalah karakteristik dari ‘ibadurrahman. Golongan yang Allah sangat kasihi, sangat Allah cintai.

 

3. Mereka yang berdoa meminta kepada Allah swt agar dirinya  tidak melihat Neraka

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Artinya: Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. 

Jahannam atau Neraka adalah tempat yang mengerikan baginya. Mereka tidak ingin tinggal di Neraka untuk waktu yang sebentar apalagi waktu yang lama. Bahkan melihat Neraka pun meraka tidak mau. Continue reading “Siapakah ‘Ibadurrahman di dalam Al Qur’an #2”

Doa Penyejuk Hati

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ
مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ
هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ
أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ
الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ
صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.”

Maka akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)”?
Maka Rasulullah menjawab: “Ya, selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya(kepada yang lain).”

(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani).

Siapakah ‘Ibadurrahman di dalam Al Qur’an #1

Bismillah…

Surat Al Furqan ayat ke 63 – 68 menjelaskan tentang karakteristik manusia ‘Ibadurahhman.

Seperti pada ceramah-ceramahnya, ustadz Nouman Ali Khan selalu menjelaskan makna kata per kata ayat Al Quran.

Pada video ini ustadz menjelaskan makna kata Abd. Bentuk jamak dari kata Abd adalah ‘Abid’ dan ‘Ibad’.

Ketika Allah swt menggunakan kata ‘Abid’ artinya kata tersebut diperuntukkan untuk seluruh hambaNya, baik yang beriman ataupun yang tidak. Semuanya adalah ‘Abid’ (hamba) di hadapan Allah.

Namun ‘Ibad’ (hamba) maknanya berbeda. Dan surat Al Furqan ayat ke 63, diawali dengan kalimat وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ – ‘ibadurrahmaan.

Padahal sesungguhnya Allah swt memiliki banyak sebutan nama selain ‘ibadurrahman, misalnya saja ‘ibadullah (hamba Allah), ‘ibadulkhaliq (hamba Sang Pencipta). Akan tetapi Allah swt memilih kata ‘ibadurrahman di surat Al Furqan.

Saat Allah swt menggunakan kata ArRahman, kata tersebut menggambarkan/mengandung arti mengenai level cinta, kasih sayang, kepedulian pada level yang ekstrim, dan bersifat segera (istilah ustadz Nouman AK).

Sehingga maksud dari kata ‘Ibadurrahman adalah seorang hamba Allah yang akan mendapatkan kasih sayangnya Allah, cintanya Allah, perhatiannya Allah, rahmat dan ampunannya Allah dalam level yang berlebih (ekstrim) dan spesial, yang bersifat langsung (segera), bukan nanti nanti/immediate.

Singkatnya ‘ibadurrahman adalah kelompok manusia yang dicintai dan disayangi oleh Allah dengan cara yang Luar Biasa.

Continue reading “Siapakah ‘Ibadurrahman di dalam Al Qur’an #1”

(Beragama) Islam itu Mudah #1

..Bismillah…

Pada tulisan ini, saya ingin menuliskan tentang ceramah ustadz Nouman Ali Khan mengenai topik yang sudah agak jarang diangkat belakangan ini.

Ustadz membuka ceramahnya dengan mengajak kita untuk memikirkan lebih dalam tentang surat An Nahl ayat ke 125.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik

Ketika mengundang seseorang, maka kita melakukan bentuk tindakan persahabatan, bentuk perbuatan baik, dan bentuk kasih sayang kepada seseorang. Ustadz Nouman AK menyampaikan konsep berdakwah di dalam surat An Nahl ini, yang maknanya adalah mengajak (mengundang) seseorang untuk mengenal Islam. Konsep dakwah itu sendiri adalah bentuk dari perbuatan kasih sayang kepada orang lain, menghargai orang lain/objek dakwah, bersikap lembut dan sopan kepada orang lain. Sehingga dakwah tidak dapat diwarnai dengan pesan-pesan kebencian, atau kata-kata yang merendahkan orang lain. Itulah maksud dari kata Ud’u dalam surat An Nahl. 

 

Kemudian ustadz menjelaskan tentang profound wisdom Al Quran pada kalimat إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ . Ilaa Sabili Rabbik kalau diterjemahkan artinya kepada jalan Tuhan-mu. Coba kita renungkan dan pikirkan bersama. Biasanya kalau kita memberikan undangan kepada orang lain, kita tidak mengundang seseorang dengan bilang “aku undang teman-teman ke jalan Sudirman besok ya” tapi kita akan bilang “aku undang teman-teman ke acara Meet Up besok ya”. Bisa temukan perbedaannya? 

Kalau kita mengundang seseorang kita tidak akan menyebutkan nama jalan atau detail alamat, tapi kita menyebutkan tujuan (acara) undangan tersebut. Kembali kepada surat An Nahl, ilaa sabili Rabbik mengatakan bahwa kita diundang kepada “Jalan Allah (Tuhan-mu)”. Undangan ini sangat tidak lazim. Allah mengundang kita ke JalanNya. Artinya apabila kita sudah berjalan ribuan kilometer di jalan Allah, ataupun kita baru sampai 50 meter perjalanan di jalan Allah, it is doesn’t matter. Karena berapapun panjangnya jarak yang sudah kita tempuh, hakikatnya kita sudah mencapai tujuan yang Allah inginkan, yaitu berada di Jalan Allah swt.

 

Continue reading “(Beragama) Islam itu Mudah #1”

Kajian Tafsir Perdana 2020

Kajian Tafsir Perdana LTQ Fikratusalam Semester Baru Tahun Ajaran 2020

Oleh Ust. Luthfi Firdaus Munawar. Lc., MA.,

Rasulullah ﷺ sedih mengetahui umatnya meninggalkan Al Qur’an.

Meninggalkan Al Qur’an menurut Ibnu Taimiyah:

  1. Tidak membacanya
  2. Tidak mempelajarinya
  3. Tidak mengamalkannya

Modal berinteraksi dengan Al Qur’an yaitu:

1) IMAN

Iman merupakan modal mendasar bagi seseorang yang ingin interaksi dengan Al Qur’an nya sustain.

Keyakinan kepada kebenaran Al Quran, mengimaninya bahwa Al Quran adalah kitab yang mulia yang berisi kalam Allah swt.

Di dalan Al Quran semua perintah atau syariat yang berat selalu dimulai dengan kalimat “wahai orang orang yang beriman” ya ayyuhaladzi na amanu.

Contoh ibadah yang berat adalah:

  1. Jihad
  2. Memberikan pendidikan kepada keluarga

2) Hati atau Qalbu

Modal selanjutnya adalah hati yang hidup (Al Qalbul Hayyi). Hati yang sensitif akan perbuatan dosa maksiat. Berkebalikan dengan hati yang mati. Hati yang mati -》sebesar apapun dosa yang dilakukan dia tidak menyesal atau bahkan malahan bangga.

Allah ﷻ menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah ﷺ melalui Hati atau Qalbu.

 

Matrikulasi Yang Berfaedah

Sekitar 2 minggu ini, saya mengikuti kegiatan matrikulasi yang dikonsep oleh teman-teman komunitas NAK Indonesia (Nouman Ali Khan Indonesia). Komunitas ini sudah lama terbentuk, dan alhamdulillah kabarnya sudah mendirikan yayasan.

Kegiatan matrikulasi ini hanya untuk beberapa orang saja, yang berminat bisa mendaftarkan dirinya. Jadi selama tiga-empat hari peserta akan diminta menonton video ceramah ustadz Nouman Ali Khan yang bersubtitle Bahasa Indonesia lalu membuat resumenya. Kemudian dihari ke-4 atau ke-5 peserta diminta mendiskusikan content video tersebut bersama peserta matrikulasi lainnya.

Pada saat saya menulis ini, sudah masuk ke video ke-3, total video yang menjadi tugas kami sektar 7 video atau dengan durasi hampir 2 bulan lamanya.

Berikut ini tugas matrikulasinya:

Continue reading “Matrikulasi Yang Berfaedah”

Rediscovering the Al Fatihah – Pembahasan kata الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – Ust Nouman Ali Khan

Bismillah…

Surah Al Fatihah adalah surat pertama yang diturunkan secara lengkap kepada Rasulullah ﷺ. Surat Al ‘Alaq adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ , tapi hanya ayat 1 sd ayat 5 saja yang diturunkan saat itu. Sisa ayat yang lainnya diturunkan pada waktu yang berbeda.

Ada perbedaan pendapat mengenai ayat ke-1 surat Al Fatihah. Beberapa ulama berpendapat ayat ke-1 dimulai dengan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ . Sebagian ulama berpendapat ayat ke-1 dimulai dengan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. Dan pendapat ust Nouman AK adalah yang kedua.

Kata Alhamdulillah adalah frase yang paling sering diucapkan oleh kita sehari-hari. Pada video kali ini, ustadz Nouman AK akan memperdalam kata الْحَمْدُ لِلَّهِ bukan hanya dari Apa yang Allah ﷻ katakan, akan tetapi juga Bagaimana Allah ﷻ mengatakannya.

Arti kalimat الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الْحَمْدُ لِلَّه berasal dari kata Hamd, yang memiliki 2 arti:
1. Pujian, Praise.
2. Terima Kasih, Thanks.

Perbedaan antara Pujian dan Terima Kasih.
Terima kasih biasanya kita ucapkan kepada seseorang yang telah melakukan sesuatu (perbuatan yang baik) untuk diri kita. Kemudian kalau kita melihat sesuatu yang mengesankan, yang cantik, yang indah

Continue reading “Rediscovering the Al Fatihah – Pembahasan kata الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – Ust Nouman Ali Khan”